Geostrategi dan Ketahanan Nasional

nbcsh

  1. PENGERTIAN GEOSTRATEGI

Geostrategi diartikan sebagai metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan bermartabat. Sir Balford Mackinder (1861-1947) guru besar geostrategi Universitas London teori yang dikembangkannya tentang “geostrategi continental”, merupakan teori yang saat ini digunakan oleh negara-negara maju maupun negara-negara berkembang (Suradinata, 2005: 10).

Continue reading Geostrategi dan Ketahanan Nasional

Advertisements

Madzhab Syafi’i

  • Sejarah Perkembangan Madzhab Syafi’i

Madzhab ini didirikan oleh Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i. Beliau lahir di Palestina (Syam) pada tahun 150 H dan wafat di Mesir tahun 204 H. Beliau termasuk keturunan Rasulullah SAW yang bertemu di garis keturunan kakeknya, Abdul Manaf. Setelah ayahnya meninggal, ibunya membawanya kembali kembali ke Makkah untuk berguru kepada seorang mufti, Imam Muslim bin al-Khalid.

Beliau telah menghafal Al-Qur’an pada usianya yang baru genap 7 tahun. Beliau diberi izin mengeluarkan fatwa ketika berusia 15 tahun. Kemudian beliau pindah ke Madinah, berguru pada Imam Malik bin Anas, dan berhasil menghafalkan kitab al-Muwattha’, karangan Imam Malik hanya dalam 9 malam.[1]

Continue reading Madzhab Syafi’i

Kedudukan Hadis dan Fungsinya

ljlkhl

  • Kedudukan hadits

Seluruh umat Islam, telah sepakat bahwa hadits merupakan salah satu  sumber ajaran Islam. Ia menempati kedudukan kedua setelah Al-Qur`an. Keharusan mengikuti hadits bagi umat Islam baik yang berupa perintah maupun larangannya, sama halnya dengan kewajiban mengikuti Al-Qur`an.

Hal ini karena, hadis merupakan mubayyin bagi Al-Qur`an,  yang karenanya siapapun yang tidak bisa memahami Al-Qur`an tanpa dengan memahami dan menguasai hadis. Begitu pula halnya menggunakan Hadist tanpa Al-Qur`an. Karena Al-qur`an merupakan dasar hukum pertama, yang di dalamnya berisi garis besar syari`at. Dengan demikian, antara Hadits dengan Al-Qur`an memiliki kaitan erat, yang untuk mengimami dan mengamalkannya tidak bisa terpisahkan atau berjalan dengan sendiri.[1]

Al-Qur’an itu menjadi sumber hukum yang pertama dan Al-Hadits menjadi asas perundang-undan(gan setelah Al-Qur’an sebagaimana yang dijelaskan oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawi  bahwa Hadits adalah “sumber hukum syara’ setelah Al-Qur’an”[2]

Al-Qur’an dan Hadits merupakan sumber pokok ajaran Islam dan merupakan rujukan umat Islam dalam memahami syariat. Pada tahun 1958 salah seorang sarjana barat yang telah mengadakan penelitian dan penyelidikan secara ilmiah tentang Al-Qur’an mengatan bahwa : “Pokok-pokok  ajaran Al-Qur’an begitu dinamis serta langgeng abadi, sehingga tidak ada di dunia ini suatu kitab suci yang lebih dari 12 abad lamanya, tetapi murni dalam teksnya”.[3]

Continue reading Kedudukan Hadis dan Fungsinya

Inkarrussunah

nbjh

  1. Pengertian Inkarus sunnah

Kata “Inkar Sunnah” terdiri dari dua kata yaitu “Ingkar” dan “Sunnah”. Kata “Ingkar” mempunyai beberapa arti di antaranya: “Tidak mengakui dan tidak menerima baik di lisan dan di hati, bodoh atau tidak mengetahui sesuatu (antonim kata al-irfan, dan menolak apa yang tidak tergambarkan dalam hati).[1]

Menurut istilah ada beberapa definisi Ingkar Sunnah yang sifatnya masih sangat sederhana pembatasannya di antaranya sebagai berikut:

  1. Paham yang timbul dalam masyarakat Islam yang menolak hadis atau sunnah sebagai sumber ajaran agama Islam kedua setelah Alquran.
  2. Suatau paham yang timbul pada sebagian minoritas umat Islam yang menolak dasar hukum Islam dari sunnah shahih baik sunnah praktis atau secara formal di kodifikasikan para ulama, baik secara totalitas muttawatirmaupun ahad atau sebagian saja, tanpa ada alasaan yang dapat diterima.[2]

Continue reading Inkarrussunah

Psikologi

mhjg

  • Menerangkan Metode-metode Penelitian

Metode Intropeksi ialah metode pemeriksaan yang di jalankan dengan cara meminta kepada orang percobaan menghasikan segala peristiwa-peristiwa kejiwaan nya setelah ia selesai melakukan sesuatu .

Misalnya : seorang marah.

  1. Metode intropeksi eksperimentil ialah metode introspeksi yang dilaksanaan dengan mengadakan eksperimen-eksperimen (percobaan yang dilakukan dengan sengaja dan dlam suasana yng dibuat ) metode ini disusun untu menyelidiki gejala-gejala jiwa yang tinggi ,orang yang terlatih didalam hal itu misalnya gejala berpikir dan berperasa .
  2. Metode extro speksi ialah metode yang dilakukan dengan jalan mengamati dan mencatat segala tingkah laku dan gerak gerik seseorang
  3. Metode angket ialah metode yang dilaksanakan dengan menggunakan deretan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh orang banyak
  4. Metode riwayat hidup ialah metode yang dilaksanakan dengan jalan mempelajar peri hidup seseorang,baik waktu ia masih hidup maupun sesudah ia meninggal .
  5. Metode pengumpulan bahan ialah metode yang dilaksanakan dengan mengumpulkan hasil-hasil karya,dengan maksud dari hasil-hasil karyanya itu dapat mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan jiwanya . Metode ini biasanya dijalankan dalam ilmu jiwa anak-anak .

 

B.Tujuan Penelitian Kualitatif Dalam Ranah Psikologi

Continue reading Psikologi